Rabu, 16 Mei 2012

Tour de Singkarak, Pendongkrak Wisata Sumatera Barat

Peserta balap sepeda Tour de Singkarak 2011 melewati Danau Kembar saat menjalani etape 7A dari Padang Panjang Danau Kembar, Solok, Sumatera Barat, Sabtu (11/6/2011).



JAKARTA, Kompas.com – Sumatera Barat (Sumbar) ibarat "Swiss yang hijau". Begitu Eurosport menggambarkan Provinsi Sumbar saat menjadi tempat ajang balap sepeda internasional Tour de Singkarak (TdS) tahun lalu.

"Tour de Singkarak menjadi ajang sepeda sekaligus pariwisata. Pemandangan yang dilewati pebalap luar biasa. Eurosport bahkan menyebut Sumbar sebagai 'Swiss yang Hijau',” kata Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sapta Nirwandar saat peluncuran TdS 2012 di Gedung Sapta Pesona Jakarta, Senin (14/5/2012) malam.

Sapta menuturkan, TdS bisa menggabungkan sepeda dengan kecintaan pada alam. Selain itu, TdS diharapkan terus memberikan manfaat bagi pariwisata dan ekonomi masyarakat Sumbar. Salah satunya adalah jalan-jalan yang semakin bagus di Sumbar.

"Waktu saya makan di restoran di Padang, orang restoran bilang ke saya, 'Tour de Singkarak dibuat saja setiap bulan.' Saya tanya kenapa. Dia jawab, 'Sejak ada Tour de Singkarak, jalanan di Padang jadi bagus'," kata Sapta.

Ia juga berharap TdS memberikan kontribusi ekonomi kepada industri kecil. Menurutnya, dengan adanya kunjungan yang semakin banyak, maka UKM pun akan semakin bergerak, termasuk penjualan suvenir dan makanan lokal.

Sapta berpendapat, dengan semakin banyak kunjungan wisatawan, Kota Padang dapat menjadi pusat bagi wisatawan asal Malaysia dan Singapura. Ia juga berharap tidak ada keluhan dari masyarakat setempat saat jalanan-jalanan harus ditutup sementara untuk dilalui oleh pebalap. "Karena ini waktunya untuk mempromosikan Padang dan Sumatera Barat,” kata Sapta.

Ia memberi contoh penyelenggaraan Tour de France. Jalan besar dan padat yang biasa dilalui kendaraan harus ditutup selama 12 jam. Sapta sempat menanyakan warga setempat mengenai kondisi tersebut. Menurutnya, warga tak merasa keberatan jika jalanan harus ditutup sebab ajang Tour de France hanya terjadi setahun sekali dan menjadi momen yang ditunggu-tunggu.

Ajang balap sepeda internasional TdS 2012 akan diselenggarakan di Sumatera Barat pada 4-10 Juni 2012. Perhelatan bertema sport tourism ini telah menjadi agenda tahunan Union Cycliste Internationale (UCI). TdS pertama kali dihelat pada tahun 2009 dan awalnya hanya diikuti oleh 4 kabupaten dan kota.

Tour de Singkarak (TDS) 2012 akan melombakan 7 etape yang berjarak total 854 km, melewati 14 kabupaten dan kota di Sumbar. Kabupaten dan kota yang terlibat adalah Kota Padang, Kota Sawahlunto, Kabupaten Sijunjung, Kabupaten 50 Kota, Kota Payakumbuh, Kabupaten Tanah Datar, Kota Bukittinggi, Kabupaten Agam, Kota Padang Panjang, Kabupaten Solok, Kota Solok, Kabupaten Padang Pariaman, Kota Pariaman, dan Kabupaten Pesisir Selatan.

Para pebalap akan memperebutkan hadiah berupa uang dengan total sebesar Rp 1 miliar. TdS 2012 akan diikuti 250 pebalap sepeda dari 17 negara, meliputi Jepang, Iran, Singapura, Australia, Uzbekistan, Ukraina, Kirgiztan, Rusia, Taiwan, Amerika Serikat, Jerman, Belanda, Brunei, Selandia Baru, Perancis, Vietnam, Malaysia dan Indonesia. Indonesia sendiri menurunkan 7 tim nasional.

Fotonya:










<sumber: http://www.kaskus.us/>

Tidak ada komentar:

Posting Komentar