Rabu, 14 November 2012

Benarkah Benua Mu Ada?


Pada dasarnya, Lemuria memperkuat teori yang menyatakan bahwa kira-kira 250 juta tahun yang lalu sebagian besar kerak benua di Bumi merupakan satu massa daratan yang dikenal sebagai Pangea. Kemudian, kira-kira dua ratus juta tahun yang lalu selama Periode Trias, Pangea terpecah menjadi dua benua besar yaitu Laurasia, yang sekarang terdiri dari Amerika Utara, Eropa, sebagian Asia Tengah dan Asia Timur; dan Gondwana yang terdiri dari Amenka Selatan, Afrika India, Australia dan bagian Asia lainnya. Bagian-bagian dan dua benua besar ini kemudian terpecah-pecah, hanyut dan bertubrukan dengan bagian lain. Dengan asumsi bahwa teori ini benar, maka bila kita mencoba menyatukan bagian-bagian daratan yang ada di muka bumi sekarang, ternyata beberapa bagian ‘hilang’.

..peta benua mu..
Lemuria (benua Mu) adalah nama dari “daerah yang hilang” hipotetikal yang diduga terletak di samudera Hindia atau samudera Pasifik. Tidak terdapat formasi geologikal yang ditemukan dibawah samudera Hindia atau Pasifik yang berhubungan dengan Lemuria hipotetikal. Kumari Kandam terkadang juga dihubungkan dengan Lemuria. Kumari Kandam adalah kerajaan yang tenggelam yang terkadang dibandingkan dengan Lemuria (hasil dari G. Devaneyan, Tamil). Epik Cilappatikaram dan Manimekalai  mendeskripsikan kota Puhar yang tenggelam. Dravidia berasal dari daerah selatan yang kini adalah pantai India selatan yang tenggelam karena banjir. Terdapat berbagai klaim pengarang Tamil bahwa terdapat daratan yang besar menghubungkan Australia  dengan pantai Tamil Nadu.
Lemuria/mu merupakan peradaban kuno yang muncul terlebih dahulu sebelum Atlantis. Para peneliti menempatkan era peradaban Lemuria/mu disekitar 75.000 SM – 11.000 SM. Jika kita lihat dari periode itu, Bangsa Atlantis dan Lemuria/mu seharusnya pernah hidup bersama selama ribuan tahun lamanya. Gagasan Benua Lemuria/mu seharusnya terlebih dahulu eksis dibanding peradaban Atlantis dan Mesir Kuno dapat kita peroleh penjelasannya dari sebuah karya Augustus Le Plongeon (1826-1908), seorang peneliti dan penulis pada abad ke-19 mengadakan penelitian terhadap situs-situs purbakala peninggalan bangsa Maya di Yucatan. Informasi tersebut diperoleh setelah keberhasilan menerjemahkan beberapa lembaran catatan kuno peninggalan bangsa Maya. Dari hasil terjemahannya, diperoleh beberapa informasi yang menunjukkan hasil bahwa Bangsa Lemuria/mu memang berusia lebih tua daripada peradaban nenek moyang mereka (Atlantis). Namun dikatakan juga, bahwa mereka pernah hidup dalam periode waktu yang sama, sebelum kemudian sebuah bencana gempa bumi dan air bah dahsyat meluluh lantahkan dan menenggelamkan kedua peradaban maju masa silam tersebut.
Ada juga pendapat Bangsa Lemuria diduga manusia pertama dari Afrika, sekitar 50000 SM. Kemudian bermigrasi ke Australia, di mana orang Aborigin adalah keturunan mereka. Pertanyaannya adalah bagaimana orang-orang tersebut bisa sampe ke Australia dari Afrika. Sebuah teori menyebutkan bahwa dahulu Australia dan Asia masih merupakan satu benua, sehingga mereka tidak perlu melintasi lautan untuk bermigrasi. Alasan migrasi dari Afrika tuh karena waktu es es udah mencair, binatang binatang yang dihunt kan pindah. Jadi mereka mengikuti binatang binatang tersebut.Setelah itu ada lagi migration ke Asia. Nah dari gelombang kedua kali ini ada 2 grup yang bakal mengambil jalan pisah Satu nya ke Eropa dan satunya melintas daratan ke tempat yang sekarang di kenal sebagai benua Amerika (ini juga mengingat bahwa dulu benua Amerika dan Asia masih merupakan satu). Grup yang ke Amerika ini lebih lama di Asia sebelum akhirnya ke Amerika sedangkan grup yang satu nya lagi lebih awal ke Eropa. Keturunan mereka (yang ke Amerika) adalah orang orang Indian yang bakal membangun civilization seperti Aztecs dan Mayans.


[Image: 
WatsonLemuria.jpg]
Pendapat lain mengatakan, sebenarnya keturunan bangsa Lemuria ini adalah bangsa Dravida, sedangkan bangsa Atlantis adalah bangsa Arya. Hanya saja beberapa ahli sejarah mengatakan bahwa asalnya bangsa Arya dan Dravida berada di wilayah Iran dan Peninsula india. Jadi sedikit membingungkan. Tapi memang di Amerika Tengah, kebudayaan tertuanya adalah Olmecs, yang aneh dari kebudayaan ini adalah kebiasaan mereka dalam mengukir patung orang-orang negro yang memiliki ciri hampir sama seperti bangsa Dravida. Padahal orang-orang negro baru masuk ke benua Amerika setelah bangsa-bangsa Spanyol dan Portugis membawa mereka.
Apabila Lemuria sendiri benar menghubungkan Afrika dengan Madagaskar.Banyak hal yang sepertinya sulit diterima secara logis, misal piramida yang dibangun dengan bahan baku yang diambil dari tempat yang jauhnya ribuan kilo dapat dibenarkan.
Nama Lemuria sendiri berasal dari kata ‘LEMUR’,sejenis monyet kus-kus yg kecil bermata besar. Teori Lemuria ini dicetuskan oleh Earnst Heinrich Haeckel (1834-1919), untuk menjawab tanya jawab ttg mata rantai yang hilang seputar ke’tidak ada’an fossil pada manusia prehistorik. Lemuria konon adalah civilization yang tertua di muka bumi.Sekitar 53000 SM bangsa ini berada, di sekitar samudra pasifik, di benua Mu. konon benua ini bernasib sama seperti Atlantis, musnah, hilang,, karena bencana gempa bumi akibat pergeseran kutub bumi pada 24000 SM. Sisa-sisa peradabannya dijumpai di Hawai,juga di budaya Maya,Inca,Aztec,dan lain-lain.Gambar-gambar kontinen Mu dijumpai pada tulisan kuno Pra-Inca,etc oleh Dr. Javier Cabrera, ditemukan terukir di batu-batuan kuno. Pada 1972 banyak para peneliti spt; Farida Iskoviet,Sgt. Williard Wannall meneliti ke Maui [Hawaii] dan mereka yakin bahwa benua Mu tempat tinggal Lemurian itu bener-bener ada.  Ada yang mengatakan kalo Lemurian Civilizaton itu sangat maju,menggunakan telepati dalam berkomunikasi,dsb. Bahkan ada guru India yang terkenal yang namanya Sivaya Subramuniya menerbitkan buku yang judulnya Lemurian Scrolls yang merupakan hasil chanelling dari dia, hasil wangsit. Menurut buku tersebut peradaban Lemuria sudah sangat sangat sangaaat maju. Sekarang semakin banyak teori-teori ttg Lemuria. Bahkan diperkirakan ada piramida bawah laut di sekitar laut sekitar Okinawa [plus minus 200 kaki underwater] di Jepang yan merupkanan peninggalan kuno bangsa Lemuria. Ada juga teori yang menyatakan bahwa sumber tenaga bangsa Lemuria ini adalah kristal.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar